ORGASTA.-Adalah kependekan dari Organisasi Santri Tahfidh, setiap pekan para santri dituntut untuk menampilkan bakatnya yang sengaja kami selaku pengurus mengkonsep dengan dua tema. Pertama, mereka harus menampilkan "Minat dan Bakat" yang mereka miliki. Poin-poinnya diataranya:
MC
PEMBACAAN AYAT SUCI AL-QURAN
PEMBACAAN SHALAWAT NABI
SAMBUTAN KETUA KELOMPOK
CERAMAH (dengan konsep Syarhil Quran)
PENUTUP/DOA
DLL: diluar kewajiban dari pengurus, mereka juga menampilkan seperti: Drama, Stand Up Komedi, Musikalisasi Puisi, Baca Berita, Beat Box dll.
Kedua, mereka harus menampilkan "Kemasyarakatan" diantaranya :
MC
PEMBACAAN TAHLIL & DOANYA
NIDA' & TARAWIH
BILAL 'IDAIN
BILAL JUM'AT & KHUTBAH JUM'AT
PROSESI AKAD NIKAH
Dari sekian manual acara yang mereka tampilkan setiap pekan guna untuk melatih mental mereka ketika mereka khendak keluar dari Pondok Pesantren Annuqayah Latee terlebih di Lembaga Tahfidhul Quran (LTQ). Harapan kami mereka bisa menjadi orang yang serba bisa disemua lini, lebih-lebih dibidang tema Kemasyarakatan yang memang tidak akan lepas dari kehidupan umat islam pada umumnya. Sehingga mereka mampu untuk menghadapi situasi di era modern yang sudah kami tanamkan pendidikan klasik dan modern.
Lembaga Tahfidhul Quran (LTQ) sebenarnya berawal dari mimpi sederhana untuk mengumpulkan beberapa santri yang ingin belajar dan menghafal al-Quran saja. dan rencananya mereka akan ditampung dalam satu atau dua bilik kamar khusus berikut dengan program khusus pula. kegigihan almarhum K.H. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad dalam manampung santri yang benar-benar cinta ilmu agama akan di tempatkan secara khusus, terlebih untuk para penghafal al-Quran. Akhirnya keinginan beliau tercapai dengan lancar melalui Ustaz Syamsul Hadi sebagai pembina pertama untuk menghimpun santri yang berminat menghafalkan al-Quran.
Kemudian, dengan dibantu Ustaz Harun Adiyanto, Ustadz Syamsul Hadipun mulai memproses. Dan sungguh di luar dugaan dan seperti sulit mempercayainya, ternyata yang mendaftar sejumlah 57 santri. Dan yang lebih membuat heran, setelah mendapat laporan jumlah santri yang tergabung tersebut dengan rasa bangga dan semangat yang tinggi, pengasuh langsung ber’azm untuk membangun lokal khusus untuk mereka. Persis, kurang lebih 2 bulan kemudian berdirilah gedung ketahfidhan sebagaimana yang diniatkan pengasuh tepatnya pada tanggal 16 Agustus 2006.
Visi:
Lahirnya generasi
santri yang hafal, faham, dan beramal serta berakhlak qur’ani.
Misi:
1. Mencetak santri dan menumbuh-kembangkan rasa cinta terhadap al-Qur’an dengan cara
menghafal dan mentadabburi isinya.
2. Mencetak santri yang berwawasan dan bertingkah laku sebagaimana yang dituntun dalam
al-Qur’an (berakhlak qur’ani).